Aku meminta pada Tuhan, seseorang yang biasa saja,
yang dengan rela mampu membakar ego saat Dewinya sedang terluka.
aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang saat letih kurasa, ia akan berkata ‘kamu tak sendiri, aku ada.’
aku meminta pada Tuhan, seseorang yang biasa saja,
yang juga meminta pada Tuhan untuk seseorang yang biasa saja.
seperti aku, seperti dia.
“Airmata,
Melepaskan Cinta.
Serupa persimpangan jalan,
mungkin kita memang hanya dipertemukan
untuk menciptakan kenangan.
Maafkan, karena kita hanya sempat bersisian sebentar,
untuk akhirnya saling melepaskan genggaman tangan.”
Hasil Nukilan – Tia Setiawati Priatna


0 SwEeT sOuR:
Post a Comment